Daptar 10 Perusahaan Terbaik di Dunia dalam Daftar Fortune Global 500 2022



[ads id="ads1"] Jurnalis.my.id - Fortune Global 500 kembali menghasilkan catatan perusahaan- perusahaan terbaik di dunia pada tahun ini. Tetapi pemasukan industri dalam Fortune Global 500 hadapi menurun 4, 8 persen akibat pandemi COVID- 19.

Sehabis menggapai rekor paling tinggi USD 33, 3 triliun pada edisi 2020, total pemasukan buat industri terbanyak dunia turun 4, 8 persen jadi USD 31, 7 triliun tahun ini. Itu merupakan penyusutan awal dalam separuh dekade.

Perihal ini disebabkan pandemi COVID- 19, yang menghantam sebagian besar ekonomi global kala negara- negara melaksanakan penguncian. Demikian pula penjualan kumulatif baik di zona tenaga ataupun otomotif, misalnya, turun lebih dari 10 persen.

Walaupun hadapi kemunduran, bobot industri yang masuk Global 500 Fortune senantiasa besar. Penjualan gabungan dari perusahaan- perusahaan dalam catatan tersebut setara dengan lebih dari sepertiga PDB global.

Nilai omzet USD 31, 7 triliun( dikurangi 5 persen), pemasukan USD 1, 6 triliun( dikurangi 20 persen), serta telah mempekerjakan sebanyak 69, 7 juta orang di segala belahan dunia. Catatan industri terbaik secara global yang diumumkan Fortune didominasi oleh Cina dengan industri sebanyak 143 industri, AS sebanyak 122 industri, serta Jepang sebanyak 53 industri.

Berikut merupakan 10 catatan industri terbaik di dunia, semacam dikutip dari Fortune.

[ads id="ads2"] 1. Walmart
Walmart kembali menduduki peringkat awal sepanjang 8 tahun berturut- turut. Pemasukan industri pada tahun ini tercatat sebesar USD 559, 1 miliyar.

Walmart kembali tumbuh pesat dengan berfokus pada strategi online. Sebabnya sebab terdapat banyak investor serta pengecer yang lain yang mengandalkan Walmart selaku pemasok santapan. Lewat keadaan pandemi COVID- 19, industri masih dapat senantiasa menemukan keuntungan.

2. State Grid
State Grid Corporation of Cina( SGCC) jadi industri listrik terbanyak di dunia. Pemasukan yang tercatat merupakan sebanyak USD 386, 6 miliyar. Industri ini sediakan transmisi energi, jaringan listrik, manajemen sistem tenaga serta layanan yang lain di segala daerah Cina.

Lewat jaringan industri yang dipunyai saat ini, tidak heran apabila industri listrik ini sanggup terletak di peringkat 2 yang tadinya menduduki peringkat 3 pada 2020.
3. Amazon
Industri e- commerce dari Amerika Serikat yang jadi salah satu kompetitor Walmart mempunyai pemasukan sebesar USD 386, 06 triliun. Peringkat yang tercatat hadapi penyusutan yang mana pada tahun kemudian, Amazon sanggup menduduki peringkat kedua dengan lonjakan pemasukan sebesar 37, 6 persen.

Kala pandemi, orang berbondong- bondong buat melaksanakan kegiatan secara online serta secara tidak langsung mengakses Walmart serta Amazon. Alibi tersebut yang membuat pemasukan kedua industri melonjak, walaupun di tengah wabah pandemi COVID- 19.

4. Cina National Petroleum
Peringkat keempat kembali diberikan oleh industri minyak nasional di Cina. Industri ini menerima pemasukan sebesar USD 283, 9 miliyar. Cina National Petroleum sudah jadi produsen minyak serta gas terbanyak dalam industri minyak global.

Tidak cuma itu, industri pula sudah bermitra dengan industri yang kaya hendak minyak semacam Irak serta Qatar, kedua negeri yang pula tingkatkan penciptaan minyak serta gas dalam negara.
5. Sinopec Group
Perkembangan ekonomi yang begitu pesat di Cina membuat catatan Fortune 500 kali ini didominasi oleh industri Cina sebanyak 2 pertiga dari catatan global. Pemasukan yang diterima industri merupakan sebanyak USD 283, 7 miliyar.

Raksasa minyak serta kimia kepunyaan Cina lagi berupaya memandang ke masa depan dengan merancang negeri leluasa karbon.

Oleh sebab itu, peralihan yang hendak dicoba merupakan lebih berfokus pada penciptaan hidrogen. Tidak hanya itu, sasaran yang hendak dicapai 2025 merupakan membangun seribu stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di segala negara dalam waktu bertepatan.

6. Apple
Apple, menduduki peringkat keenam dalam jenis pemasukan sebanyak USD 274, 5 miliyar, namun menduduki peringkat awal buat jumlah laba yang diterima ialah USD 57, 4 miliyar. Apple buat dikala ini jadi industri teknologi sangat menguntungkan di dunia. Pandemi yang terjalin jadi tantangan untuk Apple buat menjadikannya selaku batu loncatan.

CEO Apple Regu Cook berkata kalau konsumennya dari segala dunia yang dirumahkan tingkatkan penjualan produk sampai membuat Apple terletak di peringkat keenam." Ini merupakan rekor selama masa," jelasnya.

7. CVS Health
Tenaga kesehatan yang jadi garda terdepan sepanjang pandemi COVID- 19 berlangsung masuk dalam peringkat 10 besar industri dengan pemasukan terbanyak di dunia. CVS Health memperoleh pemasukan sebesar USD 268, 7 miliyar dengan jumlah laba USD 7, 17 miliyar.

Semenjak 2020, pemasukan industri mulai tumbuh pesat jadi 12 miliyar dolar AS dibanding tahun tadinya. Setelah itu, pada kuartal awal 2021, industri telah terintegrasi penuh dengan industri asuransi kesehatan Aetna sehabis melaksanakan akuisisi sebesar 69 miliyar dolar AS.

CEO CVS Health Karen Lynch, yang formal berprofesi pada Februari 2021, berkata kepada Fortune kalau jutaan pelanggan baru hendak ikut serta dengan CVS Health buat awal kalinya lewat pengujian serta administrasi vaksin.

8. UnitedHealth Group
Industri asuransi kesehatan di Minnesota naik 2 peringkat sepanjang masa- masa pandemi. Walaupun fenomena PHK merebak di segala industri dunia, perkembangan pemasukan industri pula naik sebesar 6, 2 persen.

Pemasukan yang tercatat merupakan sebanyak USD 257, 1 miliyar. Meningkatnya jumlah pendaftar disebabkan sebab kinerja yang gigih oleh industri.

Sedangkan itu, United Health telah menutupi bayaran penderita COVID- 19 dengan meraup keuntungan yang melonjak sebesar 11, 3 persen.

9. Toyota Motor
Toyota Motor, menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan transportasi di Jepang, Pendapatan yang diterima mencapai USD 256,7 miliar. Inovasi yang sedang direncanakan sampai saat ini adalah mendorong mobil dengan bahan bakar hidrogen seperti mirai.

Akan ada kemungkinan bahwa investor menyambut baik inovasi tersebut. Mengingat, solusi hidrogen Toyota sempat gagal digunakan di luar Jepang.

Untuk Maret 2021, Fortune menuliskan bahwa Toyota diperkirakan naik sebanyak 14 persen dalam laba operasinya dan pendapatan yang terima akan mendekati rekor baru.

10. Volkswagen
Perusahaan transportasi kedua dari Jerman yang masuk sepuluh besar Fortune 500. Pendapatan yang diterima menurut Fortune adalah sebanyak USD 253,9 miliar dengan laba sebesar USD 10,1 miliar.

Pada 2020, Volkswagen meluncurkan platform MEB (Modular Electric Toolkit), sebuah teknologi yang dikembangkan untuk kendaraan listrik. Namun, ada masalah yang terjadi dalam sistem sehingga mendapat kritik dari penggemar Tesla.

Menanggapi hal tersebut, CEO Volkswagen Herbert Diess mengatakan akan meluncurkan strategi baru yang berbasis perangkat lunak dan perangkat keras. Meskipun masih ada batasan-batasan, Diess berhadap tidak ada kompetitor yang akan menyaingi skala ekonomi ini.
Lebih baru Lebih lama