Live Streaming Juventus TV Online Indonesia Malam Ini




Juventus Football Klub , biasa dikatakan sebagai Live Streaming Juventus serta terkenal dengan nama Juve ialah club sepak bola karieronal asal Italia yang berbasiskan di Turin, Piemonte. Club ini dibangun di tahun 1897 dengan nama Sport Klub Juventus oleh sekumpulan pelajar muda di kota Turin yang diperintah oleh Eugenio Canfari serta saudaranya Enrico. Mereka kenakan kaos berwarna hitam putih untuk seragam kandang semenjak tahun 1903, serta memakai beberapa stadion tidak sama di seputar kota Turin untuk mainkan partai kandang.




Semenjak bulan September 2011, mereka berkandang di Juventus Fase yang memiliki 41.507 tempat duduk.[11] Stadion itu dibuat di tempat yang sama juga dengan stadion yang mereka pakai awalnya, yakni Stadion Delle Alpi, yang perlu dirobohkan untuk membuat Juventus Fase.

Juventus ialah club paling tua ke-2 di Italia, sesudah Genoa yang dibangun di tahun 1893. Mereka hadir untuk kali pertamanya di liga seksi paling atas Italia di tahun 1900, sesudah bertukar nama jadi Football Klub Juventus. Mereka terus ada di pertandingan paling tinggi itu (yang memakai nama Serie A semenjak tahun 1929), terkecuali pada musim 2006–07.




Semenjak tahun 1923, Juventus mulai diurus oleh keluarga Agnelli. Jalinan di antara club sepak bola serta dinasti usaha itu adalah yang paling tua serta terpanjang dalam riwayat olahraga di Italia. Hal itu jadikan Juventus untuk club olahraga karieronal pertama di negara itu, sebelum ide itu jadi terkenal. Mereka juga jadi kemampuan besar di Italia semenjak masa 1930-an, dan di Eropa semenjak tengah 1970-an. Semenjak tengah tahun 1990-an, Juventus sudah jadi satu dari 10 club sepak bola paling kaya di dunia dari bagian nilai asset, penghasilan, serta keuntungan. Mereka juga sudah masuk bursa saham Borsa Italiana semenjak tahun 2001.

Seiring waktu berjalan, Juventus juga jadi lambang dari budaya Italia. Keberhasilan mereka memiliki efek yang relevan di tengahnya warga Italia, khususnya di tahun 1930-an serta dasawarsa pertama sesudah Perang Dunia Ke-2 yang memengaruhi situasi politik ideologi serta sosial ekonomi beberapa fans club itu.




Ini tercermin pada andil Juventus untuk timnas Italia semenjak tahun 1920-an, yang selanjutnya disadari untuk salah satunya club yang sangat punya pengaruh dalam sepak bola internasional sebab ikut berperanan dalam kemenangan Italia pada Piala Dunia 1934, 1982, serta 2006. Juventus adalah club yang terbanyak memberi pemain untuk timnas Italia, hampir belum pernah tidak berhasil memberi pemain semenjak tahun 1924.

Dipanggil Vecchia Signora ("Nyonya Tua "), Juventus ialah club paling sukses di Italia, serta salah satunya yang sangat sukses di dunia. Mereka sudah memenangi 35 titel juara liga, 13 gelar Coppa Italia, serta delapan gelar Supercoppa Italiana, dan jadi pemegang gelar paling banyak untuk ke-3 pertandingan itu.




Disamping itu, mereka sudah sukses mendapatkan dua gelar Piala Interkontinental, dua gelar Liga Champions, satu gelar Piala Winners, tiga gelar Piala UEFA (rekor nasional untuk club Italia), satu gelar Piala Intertoto, serta dua gelar Piala Super Eropa.

Sebab prestasi itu, Juventus juga pimpin ranking FIGC dalam soal jumlah piala pada tingkat nasional, tempati tempat ke-5 di Eropa, serta ke-11 di dunia. Mereka pernah pimpin ranking UEFA semasa tujuh musim semenjak ranking itu dikenalkan di tahun 1979. Mereka juga jadi team Italia yang seringkali pimpin ranking itu.

Juventus adalah club dengan jumlah fans paling banyak di Italia, serta salah satunya yang paling besar di dunia. Tidak sama dengan beberapa simpatisan club Eropa yang lain yang umumnya terkonsentrasi di seputar kota asal club itu, fans Juventus menyebar di seantero negeri serta antara beberapa imigran asal Italia yang tinggal di luar negeri.




Mereka juga adalah salah satunya pemrakarsa inspirasi untuk bikin European Klub Association, yang dahulu diketahui dengan nama G-14, yang berisi tim-tim kaya di Eropa.

Di bawah kepemimpinan pelatih Giovanni Trapattoni, semenjak tahun 1976 sampai 1986, Juventus sukses memenangi 13 gelar, termasuk juga enam titel juara liga serta lima gelar internasional. Mereka juga jadi club pertama selama riwayat sepak bola Eropa yang memenangkan tiga pertandingan di bawah naungan UEFA: yakni Liga Champions 1984–1985, Piala Winners 1983–1984 (saat ini sudah ditiadakan), serta Piala UEFA 1976–1977.




Karena kesuksesan mereka memenangkan Piala Super Eropa tahun 1984 serta Piala Interkontinental tahun 1985, Juventus juga jadi club pertama yang sukses memenangi semua titel juara pertandingan sah UEFA serta titel juara dunia. Prestasi ini diperkokoh sesudah mereka sukses memenangkan Piala Intertoto tahun 1999, di masa keemasan selanjutnya di bawah instruksi Marcello Lippi, membuat mereka jadi salah satu club karieronal Italia yang sukses mendapatkan semua titel juara yang kemungkinan mereka capai, baik pada tingkat nasional atau internasional.

Di bulan Desember 2000, Juventus tempati tempat ke-7 dalam ranking club paling baik di dunia versus FIFA. Sembilan tahun selanjutnya, mereka tempati rangking kedua dalam ranking club paling baik di Eropa selama era ke-20 menurut riset statistik dari International Federation of Football History & Statistics (IFFHS). Di ke-2 ranking itu, Juventus tempati tempat yang semakin tinggi dibandingkan club asal Italia yang lain.

Lihat Juga