Viral Video "Tokoh Ulama" Di Pasuruan Di Bentak Bentak Anggota Banser




Jurnalis.my.id - Satu video yang memperlihatkan beberapa anggota Banser datangi seorang yang diduga pemilik yayasan pendidikan berinisial AH, yang dipandang menebarkan ajaran khilafah tersebar luas di sosial media.

Dia dipandang memberi ajaran menyelimpang, berbuat tidak etis salah seorang ulama besar di sosial media dan mencoret photo Presiden Joko Widodo (Jokowi). AH diduga kuat berpedoman organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).




HTI diketahui telah dibubarkan serta dilarang kehadirannya oleh pemerintah lewat Undang-Undang atau Ketentuan Pemerintah Alternatif Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017.

Kemelut itu tidak terhindarikan sebab AH dipandang berupaya menangkis. Walau sebenarnya, dalam tempat ini diketemukan photo Presiden Jokowi yang dicoret- coret serta yang dipamerkan di ruangan kelas instansi religius resmi. Serta, tidak ada bendera si saka merah merah putih.

Menurut Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan, Saad Muafi, jika tindakan berawal sesudah Ketua PAC GP Ansor Rembang Gus Zainul terima info jika seorang pemilik account AH di Facebook sudah mengejek ulama NU Habib Luthfi bin Yahya, Rabu (19/8/2020).




"Account atas nama Abdul Halim yang selanjutnya diketahui beralamat di Rembang (Pasuruan, red) menulis posisi dimana didalamnya memiliki kandungan penghinaan pada NU serta terutamanya pada Habib Luthfi bin Yahya," sebut Muafi Jumat (21/8/2020).

Muafi lalu bekerjasama dengan Kasat Korcab Banser Pasuruan Hariono. Hasil pengaturan itu adalah lakukan Ansor harus lakukan tabayun dengan cara langsung pada AH.




Selanjutnya pada Kamis (20/8) pagi hari, persisnya jam 00.12, Hariono sebagai Kasat Korcab Banser dengan cara sah keluarkan perintah lewat WhatsApp Grup pada korps-nya untuk bergabung serta melakukan apel pada jam 09.00 WIB.

Seputar jam 10.00 WIB, Muafi bergerak pimpin tindakan tabayun ke rumah Abdul Halim di Rembang dengan dikawal seputar 150 Banser. Jam 10.30 WIB, kelompok datang di arah serta berjumpa langsung dengan AH.

"Dalam tabayun itu Abdul Halim mengaku semua apakah yang didakwakan PC GP Ansor Bangil jika account itu betul kepunyaannya. Posisi itu ia yang menulis," papar Muafi.

Proses tabayun itu didatangi kades serta muspika ditempat. Dalam tabayun itu juga AH akui seringkali lakukan diskusi dengan anggota HTI yang lain dalam suatu instansi pendidikan yang berada di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang.




Disamping itu, untuk hindari hal yang tidak bisa saja, Polres Pasuruan datangi tempat insiden serta pastikan terima laporan polisi dari banser berkaitan pelecehan presiden serta pastikan akan langsung mengolah hukum dalam tempo secepat-cepatnya.



"Kami akan dalami ini," tutur Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto.

Beberapa tanda bukti berbentuk photo copy upload di sosmed serta photo presiden dicoret ditangkap oleh polisi. Setelah itu, GP Ansor Bangil akan kirim surat ke Kemenag kabupaten ditempat untuk mengambil izin sekolah yang dipandang seperti tempat berlindung.

Lihat Juga