VIDEO Gokil Kelakuan Warga Negara +62 Balap Ala MotoGP, Sampai Dikomentari Begini Sama Akun Resminya




Jurnalis.my.id - Video lucu balapan ala MotoGP viral di media sosial beberapa waktu belakangan ini. Termasuk di media sosial Twitter. Bahkan postingan tersebut sampai dikomentari oleh akun resmi MotoGP.Postingan tersebut diunggah oleh akun @cewek_Rumahan.

“GP dengan kearifan lokal,” tulis akun tersebut sembari melampirkan video aksi balap motor MotoGP yang berupa parodi. Sampai hari ini postingan tersebut telah mendapat like lebih dari 26 ribu pengguna dan dibagikan ulang lebih dari 19 ribu kali.

Akun resmi MotoGP pun memberikan komentarnya dalam postingan tersebut. “Awal yang bagus! (ekspresi tertawa sampai menangis) Kami pikir beberapa pengendara kami bisa memberikan Anda beberapa tips,” komentar akun resmi MotoGP.

Komentar tersebut hingga kini telah disukai lebih dari 1,8 ribu pengguna Twitter dan dibagikan ulang lebih dari seribu kali. Selain di Twitter, video tersebut juga diunggah di akun YouTube Gym Kreatif 99. Kompas.com mencoba menghubungi Thomas Hardianto selaku pembuat akun YouTube Gym Kreatif 99 dan pembuat video parodi MotoGP tersebut.




Komentar tersebut hingga kini telah disukai lebih dari 1,8 ribu pengguna Twitter dan dibagikan ulang lebih dari seribu kali. Selain di Twitter, video tersebut juga diunggah di akun YouTube Gym Kreatif 99.

Ia menceritakan video parodi MotoGP tersebut dibuat di desa Tanah Datar Kecamatan Rengat Barat kabupaten Indragilir Hulu, Riau. Pihaknya mengaku senang videonya dikomentari akun resmi MotoGP walaupun bukan di akun Twitternya.

“Seneng sekali, dari yang awalnya iseng-iseng jadi wih.. kayak gimana sih. Bangga gitu. Anak-anak makin semangat bikin video lagi," ceritanya kepada Kompas.com Sabtu (25/01/2020). Ia mengaku tetap senang meskipun yang membagikan ulang video tersebut di Twitter bukanlah akunnya maupun seseorang yang dikenalnya.

“Nggak papa. Banyak juga yang upload ulang di Instagram, di akun-akun IG besar. Seneng aja banyak orang jadi tau,” tuturnya. Ia menyebut, mulanya akunnya mengunggah video tentang gym, karena ia suka gym. Tapi video tersebut tak laku.

Ia kemudian mengupload video prank maupun video-video aneh lain namun juga sama, tak banyak yang melihat. Namun dari situ Thomas kemudian menemukan keasyikan mengedit video meskipun ia masih belajar.




Lalu, dia pun iseng membuat video tentang MotoGP.

“Awalnya bingung pengen bikin apa. ‘Kayaknya MotoGP aja ah, kayaknya keren sekali’. Masih jarang itu, sekalinya bikin pecah (rame, red)!” ceritanya.

Selama proses editing video parodi balapan MotoGP yang lucu tersebut, Thomas mengaku mengerjakannya sambil tertawa-tawa. Pun saat proses pengambilan gambar belangsung.

“Kadang kamera sampai goyang-goyang. Lha gimana, suruh kaya gini ditambah-tambah sama orang-orang itu. Lucu-lucu,” ujarnya.

Ia juga menceritakan bagaimana para pemain yang kebanyakan anak-anak SMP-SMA sekitar tersebut bermain dengan penuh totalitas. “Orang-orangnya totalitas. Kalau jatuh, jatuh beneran itu. Pelan sih tapi. Nggak ada yang luka,” ujarnya.

Meski demikian, dia bersama anak-anak tersebut tetap berusaha mengutamakan keselamatan. Untuk lokasi pengambilan gambar, mereka menggunakan jalan aspal yang baru jadi sekitar 4 bulan, serta jalan-jalan di perkebunan sawit dan perkebunan karet yang ada di sekitar mereka.

Proses pengambilan gambar setiap video berbeda-beda waktunya saat musim libur sekolah pada Desember 2019 lalu. “(Shootingnya) antara hari Jumat, Sabtu Minggu pas kondisi sepi. Kalau ramai ya nggak shooting. Karna mengganggu pejalan,” ujarnya.

Adapun selama proses penggunaan motor, Thomas mengatakan mereka menjalankan motor dengan pelan dengan kecepatan sekitar 20 km/jam.

“Balapan itu pelan. Larinya Cuma 20 km/jam. Cuma diedit jadi berkali-kali lipat ujarnya,” cerita Thomas.




Sedangkan untuk sepeda, kebanyakan adalah sepeda orang tua masing-masing anak yang kerap digunakan untuk menjangkau perkebunan sawit di sana.

Thomas mengatakan dirinya adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas setempat dan saat ini tengah duduk di semester 5. Selama pembuatan video dirinya bertindak sebagai pemilik akun, sutradara dan pengambil gambar.

Ia mengatakan, dirinya jarang muncul dalam video karena pengambilan gambar masih dilakukan sendiri oleh dirinya. Adapun alat yang digunakan untuk pengambilan gambar masih seadanya.

“Kamera kecil di bawah DSLR. Punya abang, bukan kamera sendiri,” tuturnya. Ia juga menyebut selama proses pengambilan gambar hanya bermodal kamera satu tanpa tripod.


Namun belakangan, ia menambah penggunaan satu HP untuk mengambil gambar. “Kadang kamera, kadang HP. Awalnya satu kamera tapi lama. Sekarang sama HP,” cerita dia.

Sedangkan aplikasi edit video yang ia gunakan adalah KineMaster. Ia mengatakan saat ini akun YouTubenya sudah dimonetize namun hasilnya belum seberapa.

“Anak-anak dapet(kompensasi). Kami bagi-bagi. Dapatnya nggak seberapa tapi ya kebersamaannya itu, seru-seruannya itu,” tuturnya. Ia menceritakan, warga sekitar sudah banyak yang tahu megenai video yang mereka buat. Mereka bahkan kerap mendapatkan pujian warga sekitar, bahkan sampai dengan kepala desa menyemangati.

Lihat Juga