Napi Asimilasi Berulah Lagi Setelah Bebas, Ini Tanggapan Yasonna Laoly




Jurnalis.my.id - Keputusan Kemenkumham untuk membebaskan narapidana lewat program asimilasi karena mewabahnya virus corona atau COVID-19 menuai permasalahan baru. Sejumlah narapidana kembali tertangkap karena melakukan tindakan kriminal. Ini terjadi di berbagai kota Indonesia.

Lantas apa tanggapan Yasonna Laoly? Menurutnya warga binaan yang kembali berulah usai dibebaskan melalui program asimilasi angkanya tidak banyak. Hanya berkisar 14 persen.

Dia meminta masyarakat tidak panik berlebihan, meskipun dia mengimbau untuk tetap waspada. Lantas apakah napi yang berulah kembali ditahan dan mendapat sanksi lebih berat?




1. Sebanyak 39.241 warga binaan mendapatkan asimilasi

Hingga hari ini, Kemenkum HAM telah membebaskan sebanyak 39.241 tahanan melalui program asimilasi yang bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Residivis emang normal. Jadi tidak mungkin tidak ada pengulangan kejahatan. Di Indonesia rate of residivisme sekitar 10-14 persen,” kata Yasonna dalam diskusi virtual di Instagram bertajuk ‘Interview Terakbar Abad Ini’ pada Jumat (8/5).

Lihat Juga