Hijabista` Merambah Wanita Muslim Kekinian




Wanita muslim sekarang tidak kenakan pakaian polos serta tidak bercorak dan berwarna muram. Mereka mengekspresikan diri dalam style baju kreatif tanpa ada mempertaruhkan kesopanan serta etika agama.

Dream - Model wanita muslim kekinian sekarang makin cepat beralih. Ditambah lagi didorong oleh timbulnya kejadian hijabista. Wanita muslim sekarang tidak kenakan pakaian polos serta tidak bercorak dan berwarna muram. Mereka mengekspresikan diri dalam style baju kreatif tanpa ada mempertaruhkan kesopanan serta etika agama.

Kata hijabista hanya terkenal antara pengguna jilbab kekinian serta belum masuk dalam perincian kamus mana juga. Hijabista datang dari dua kata, " jilbab" serta " fashionista ". Yang bermakna jilbab yang ikuti trend fashion yang umum ada di majalah model serta catwalk.

Trendera, perusahaan pemeringkat trend di Amerika Serikat masukkan jilbab ke daftar trend yang harus diamati. Tetapi jauh sebelumnya, Mariam Sobh, jurnalis asal Chicago mengeluarkan situs Jilbab Trendz untuk wadah untuk memperhatikan trend jilbab pada 2007.

Semenjak itu, kepercayaan Islam serta trend jilbab bertumbuh dengan beberapa style serta mode. Hal tersebut makin mendapatkan tempat di dunia maya sesudah munculnya online shopping yang tawarkan baju muslim, jilbab serta aksesori yang lain.

Tidak tertinggal peranan situs media seperti Youtube untuk tempat mengekspresikan beberapa style baju muslim serta jilbab. Trend hijabista sudah memberikan impak pada wanita muslim dalam melihat diri mereka serta pandangan orang pada mereka.

Susan Carland, sosiolog Muslim di Melbourne Monash University menerangkan bagaimana beberapa situs media sosial seperti Instagram, Facebook serta Tumblr memberi impak. Khususnya pada beberapa wanita muda mempunyai kesadaran yang tinggi mengenai pekerjaan mereka.

Mereka langsung dapat melakukan komunikasi mengenai trend jilbab dengan cara langsung dengan komune yang ada. Tanpa ada lewat orangtua yang sejauh ini jadi seperti pagar sosial buat mereka. " Alasan yang mengatakan fashion serta jilbab tidak dapat akur benar-benar dijauhi oleh mereka, serta ini ialah pandangan beberapa orangtua, " tutur Carland. (Ism, Sumber: Arabnews.com)

Lihat Juga