6 Hal tentang Kasus Syakir Daulay, Berawal dari Lagu Aisyah Istri Rasulullah




Jurnalis.my.id - Penyanyi muda asal aceh, Syakir Daulay beberapa waktu menjadi buah bibir lantaran lagu "Aisyah Istri Rasulullah".

Menurut pantauan Kompas.com, hingga kini kanal YouTube Syakir Daulay yang bernyanyi "Aisyah Istri Rasulullah" telah mencapai 53 juta kali penonton. Kendati demikian, di balik Syakir yang tengah naik daun ini ada kasus yang menimpanya, berikut rangkuman Jurnalis.my.id.

1. Menjual akun YouTube Syakir Daulay

Kuasa hukum label musik Pro Aktif, Abdul Fakhridz mengatakan akun YouTube Syakir Daulay telah pindah tangan ke kliennya sebelum lagu "Aisyah Istri Rasulullah" naik daun.

"7 Februari 2020, akun itu sudah diperjualbelikan di mana sebagai pihak pembeli itu klien saya dan penjualannya adalah Syakir Daulay," kata Abdul.

Abdul mengatakan, Pro Aktif membeli akun YouTube Syakir Daulay seharga Rp 200 juta dengan memberi uang uang muka senilai Rp 100 juta.

"Kemudian Rp 50 juta (diterima Syakir) dan Rp 50 juta lagi diterima oleh orangtuanya, Pak Hasan via transfer," ucap Abdul.




2. Jalin kerja sama dengan Pro Aktif

Selain menjual akun YouTube-nya tersebut, Abdul mengatakan, pada 7 Februari 2020, Syakir sekaligus melakukan kerja sama dengan Pro Aktif melalui tanda tangan kontrak. Kendati demikian, Syakir melanggar kontrak tersebut dan bekerja sama dengan pihak yang lain.

Abdul mengatakan isi kontrak tersebut di antaranya Syakir diminta untuk mengisi konten akun YouTube yang dijual, membuat video klip, rekaman, dan lain-lain.

3. Sebut Syakir bantah akun YouTube-nya telah dijual

Di sisi lain, Abdul mengatakan Syakir berdalih tidak pernah menjual akun YouTube-nya tersebut ke pihak mana pun. Abdul mengatakan, Syakir menyuarakan itu setelah lagu "Aisyah Istri Rasulullah" trending di YouTube.

"Dia berdalih bahwa akun itu tidak pernah dia transaksikan, yang ada Rp 200 juta itu adalah pinjam meminjam, mental di situ," kata Abdul.

4. Dilaporkan dugaan pencemaran nama baik

Abdul mengatakan beberapa waktu lalu Syakir membuat unggahan Insta Story Instagram terkait akun YouTube-nya. Pada unggahan tersebut, kata Abdul, Syakir menyebut akun YouTube-nya telah diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Di dalam status Instagram-nya itu disebutkan dengan narasi bahwa akun YouTube Syakir Daulay beserta albumnya telah dibajak dan bukan dia yang mengunggah," kata Abdul. Terkakt hal ini, Pro Aktif melalui Abdul melaporkan Syakir atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2020).

"Jadi hal yang kita laporkan ini terkait dengan masalah fitnah dan pencemaran nama baik melalui Instagram-nya Syakir Daulay, yang kita laporkan sendiri Syakir Daulay itu sendiri," kata Abdul.




5. Terancam 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar Sementara,

Abdul mengatakan Syakir terancam kurungan penjara maksimal 4 tahun terkait dugaan pencemaran nama baik. Hal tersebut berdasarkan Pasal 28 Ayat 1 Jo Pasal 45 A Ayat 1 dan atau Pasal 27 Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 3 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE Pasal 311 KUHP.

"Maksimum 4 tahun (kurungan penjara) ya, dan denda lebih kurang Rp 1 miliar," kata Abdul. Laporan ini terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/2640/V/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

6. Bakal dilaporkan dugaan wanprestasi

Lebih lanjut, Abdul mengatakan Pro Aktif bakal menggugat perdata terkait dugaan wanprestasi selain tentang dugaan pencemaran nama baik.

Abdul mengatakan gugatan dugaan wanprestasi akan diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya. "Untuk perdata kita sedang susun langlah-langkah untuk kita melakukan wanprestasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Abdul.



Lihat Juga