5 Penyamaran Baim Wong yang Bikin Penonton Nangis




Jurnalis.my.id - AksiBaim Wongbelakangankerap kali menarik perhatian. Seringkali Baim membuat tindakan penyaruan untuk tempat menolong warga kecil dengan cara langsung serta diupload di kanal YouTube nya.

Semua video penyaruan Baim demikian menghibur. Tetapi yang tentu, tetap ada makna terbersit serta linangan air mata. Suami Paula Verhoeven ini betul-betul figur teladan yang mempesona, khususnya di waktu epidemi Covid-19 ini.

Ingin tahu tindakan penyaruan Baim Wong yang buat pemirsa nangis? Berikut penjelasannya.




Nyamar Jadi Satpam

Baim Wong belakangan ini lakukan penyaruan untuk satpam. Baim sampai pinjam seragam untuk jalankan laganya. Sesaat akan, ia cari tempat yang pas. Pria berumur 39 tahun ini singgah dahulu ke satu restoran untuk pesan makanan yang akan diberi.

Tempat taktiks dekat restoran jadi target empuk. Baim lihat ada seorang satpam serta tukang parkir. Sesudah lumayan lama mengobrol, Baim demikian percaya jika kedua-duanya orang baik serta wajar ditolong.

Video upload di kanal YouTube Baim Paula demikian memilukan. Pada akhirnya Baim menolong dua tukang parkir serta seorang satpam. Mereka demikian bahagia.

Satpam ini akui pemberian Baim dapat untuk ongkos penyembuhan orangtua di kampung. Seorang tukang parkir demikian mengucapkan syukur dapat memperoleh pertolongan dari Baim.




Sukses Jadi Pasukan Oranye

Pasukan oranye berjasa bersihkan jalanan kota. Ditengah-tengah waktu epidemi, Baim Wong membulatkan tekad untuk terjun dengan cara langsung menolong serta dengar keluhan rakyat kecil.

Seorang tukang sapu jalanan yang tidak mengenal Baim untuk aktris, dapat bercengkrama enjoy serta mengobrol asyik. Diakuinya upahnya tiap bulan untuk menyicil bayar hutang, makan serta anak sekolah.

Tukang sapu merasai dampak dari epidemi. Selesai jam kerja menyapu usai, ia cari nafkah dengan menarik ojek online. Ditambah lagi daerah kerjanya seringkali jadi target perampok.

Ke-2 tukang sapu jalanan ini berasa demikian mengucapkan syukur dapat terbantu ekonominya. Baim meluangkan diri bertandang ke rumah Slamet.

"Insyaa Allah, mudah-mudahan karunia. Buat dua ya, " tutur Baim.




Nyamar Tukang Sapu Membantu Pemulung

Baim masih bertahan dengan seragam oranye jadi tukang sapu jalanan. Ia berjumpa seorang pemulung yang tengah berjalan kaki menarik gerobaknya. Bapak pemulung dikulik oleh Baim tentang kehidupannya, khususnya di waktu epidemi Covid-19.

Babe, panggilan akrabnya, berasa bingung mendadak dikasih selembar uang Rp50 ribu. Mengobrol lagi sesaat. Baim memberikan uang segepok lagi.

Baim berasa demikian bangga atas usaha keras Babe untuk menjaga anak serta istrinya. Sebelum perpisahan Baim memberikan segepok uang lagi, dan memperingatkan selalu untuk salat.

"Bapak salat kan ya? Titip saya janganlah lupa ya pak ya. Titip saya itu saja, salat janganlah lupa. Salam buat anak sama istri ya. Assalamu'allaikum, " kata Baim.




Nyamar Jadi Pengemis serta Pemulung

Baim pernah menyamar jadi pemulung yang tengah kelaparan, belum memperoleh hasil apa saja semenjak pagi untuk dipasarkan. Untuk memuluskan laganya Baim bawa karung putih sisa beras. Demikian profesionalitas, Baim memakai gigi palsu tonggos,

rambut gondrong, serta baju yang lusuh. Sesudah lakukan perjalanan panjang, Baim pada akhirnya berjumpa sama orang baik di bawah jembatan.

Seorang penjual soto keliling. Ia demikian baik hati memberi Baim makan, walau akui sedang kesulitan ekonomi. Baim menyamar jadi perantauan dari Semarang. Penjual soto ini demikian bingung saat dikasih lembaran uang Rp50 ribu yang sangat banyak.

Sampai pernah menampik sebab dipandang bergurau. Ini mah sangat banyak. Beneran? Kok sangat banyak. Wah bergurau kali, " tutur tukang soto yang memberikan makan Baim.




Nyamar Jadi Tukang Sapu Kribo

Masih memakai seragam andalannya untuk menyamar di waktu corona Covid-19, Baim kembali lagi cari figur pas untuk dikasih pertolongan. Saat di perjalanan tidak menyengaja berjumpa dua anak muda tengah menghibur dengan memberi warna badannya memakai cat warna silver.

Sholeh serta Alam sudah tamat SMA ini akui harus menolong membantu memberikan nafkah keluarga. Kadang-kadang saat mengamen dengan menari di jalan ini seringkali diusir.

Semasa epidemi Covid-19 sempat disodori membantu jualan soto, tetapi sampai saat itu belumlah ada info lagi. Sambil mengulik kehidupan mereka, mendadak ada pemulung melalui, Baim meluangkan diri untuk menolong serta memperingatkan untuk jaga beribadah.

Sesudah Baim terlibat perbincangan lumayan lama dengan ke-2 pemuda ini, langsung diharap untuk pulang saja. Sebab dari terlalu jauh terdengar seorang lelaki tengah menyingkirkan mereka.

Lihat Juga