14 Hari Di Rumah, Corona Negatif, Malah Istri Yang Positif




Jurnalis.my.id - Orang Indonesia memang kreatif-kreatif. Di tengah mewabahnya serangan virus corona, mereka masih sempat bikin meme yang lucu-lucu soal virus asal China itu. Yang tadinya tegang malah jadi tertawa-tawa.

Salah satu meme corona yang lucu adalah tentang tes negatif corona dikaitkan dengan tes pack kehamilan. Kata netizen, 14 hari di rumah bisa bikin negatif corona, akan tetapi istri positif hamil. "1 hari = negatif corona 14 hari kemudian = positif hamil," cuit akun @Amalia_widyy serupa dengan @huliowcoul.

"Gara gara banyak kerjaan yang kena lockdown, kegiatan kami pun jadi banyak berkutat di rumah saja. Selama 2 minggu begini terus gue yakin negatif corona, tapi wife bisa positif... hamil."

Tweeps @parmadiliong menimpali. "Corona membuat kita semua bimbang. Keluar rumah ketempat keramaian bisa positif corona dan keluar di dalem bisa positif hamil."




Berbeda, akun @mochamadarip membagikan meme soal berat badan. "14 hari #DiRumahAjaDulu," kicaunya membagikan gambar sebelum karantina di rumah 14 hari masih langsung dan setelah 14 menjadi gemuk.

Banyak pula yang menyindir orang atau pihak yang bandel bikin acara yang melibatkan banyak orang dan keluar rumah tanpa kepentingan yang mendesak. "Pemerintah : hindari keramaian, tetap di rumah aja. Umat : tenang ada Allah," kicau @UJunami serupa dengan @Richmax3000.

"Corona dan Harimau sama-sama ciptaan Allah, kalo gak takut dgn Corona, berani gak dikandangin bareng harimau?" cuitnya. Keduanya berkicau sambil membagikan foto dengan narasi bahwa harimau juga ciptaan Tuhan.

Ada juga yang serius. Banyak warganet yang menyindir partai politik yang biasanya gencar mendekati rakyat saat pemilu, kini raib saat kondisi kritis begini. Warganet meminta, parpol bergerak. Minimal bagi-bagi masker atau hand sanitizer.




Sindiran bertebaran berupa meme contoh masker dengan logo partai politik. Warganet rela ada masker dengan logo parpol bahkan muka politisi. Yang penting ada masker gratis bagi masyarakat untuk menghindari penularan corona.

"Gak apa-apa maskernya ada gambar partai dan calegnya," tulis akun @eMbahNyutz serupa dengan @mazzini_gsp. "Partai-partai ditunggu kebaikannya kaya jaman pemilu ya. Kan dulu suka adain acara bagi-bagi ini itu. Nah sekarang adain acara bagi-bagi masker buat rakyat dong. Ada logo partai gak apa-apa kok."

Warganet pemilik akun @jessicatedja juga mengimbau hal yang sama. "Untuk politikus atau mantan caleg yang sudah duduk manis di DPR atau DPRD. Dulu berani keluar duit bagi kaos, kalender dan lain-lain. Sekarang bagi masker yang ada logo partai atau mukanya juga dong," kicaunya diamini @mantriss. "Bener juga ini pertanyaan orang-orang, saat kampanye partai-partai bagi kaos. Saat bencana sepi bener berita, bahkan sekedar bagi masker."

Netizen yang lain peduli dengan para perawat, petugas medis dan dokter. Sebagai garda terdepan melawan pandemi ini, sudah banyak yang kelelahan. Makanya, netizen bikin meme isinya imbauan kepada masyarakat untuk tetap di rumah.




Meme seperti ini bertebaran. Perawat, petugas medis, dokter memakai masker maupun alat pelindung diri lengkap, memegang poster berisi imbauan kepada masyarakat untuk jangan keluar rumah.

Seperti akun @andytya_wahyu. "Dokter, perawat dan team penunjang yang siap melawan covid-19 juga butuh bantuanmu untuk memutus mata rantai penularan virus ini, maka dari itu tetap stay di rumah, jangan lupa cuci tangan dan tetap hidup sehat. Mohon doa dan supportnya untuk para kesatria kita. #LawanCovid19," kicaunya.

Netizen ini menautkan meme bergambar seorang perawat yang tengah memegang semacam poster. Isinya pesan bahwa ia tetap bekerja untuk masyarakat, sementara masyarakat mestinya mematuhi imbauan untuk tetap di rumah. Akun @hilmi28 pun mengamini. "Semoga Allah menjaga para tenaga medis sebagai pejuang kemanusiaan di saat-saat genting seperti saat ini. Mari kita bantu mereka dengan tetap berada di rumah kecuali untuk keperluan yang urgent. Stay safe & healthy guys."

Sebelumnya, untuk menghindari pencegahan virus corona, Presiden Jokowi mengintruksikan rakyat untuk kerja di rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah. Sejumlah pemerintah daerah juga menerapkan kebijakan social distancing selama 14 hari sejak Senin 16 Maret lalu. [FAQ]

Lihat Juga