KETIDAK SIAPAN KAMPUS UNTIRTA MELAKSANAKAN WISUDA DI KAMPUS BARU YANG TERKESAN DI PAKSAKAN




JURNALIS.MY.ID. Kabupaten Serang – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) akan melaksanakan Wisuda Gelombang III sesuai dengan Kalender Akademik pada Rabu, 27/11/2019.

Ada hal yang berbeda pada Wisuda Gelombang III kali ini yaitu tempat pelaksanaan yang menggunakan Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang – Banten,  Tidak seperti biasanya yang di laksanakan di hotel the royal krakatau.  

Akan tetapi menurut hasil pantauan tim jurnalis pada pada pelaksanaannya  Selasa, 26/11/2019 masih belum dapat dikatakan siap secara sepenuhnya.

Dapat dilihat dari masih berjalannya proses pengerjaan pembangunan fasilitas penunjang Gedung Auditorium dan bangunan lainnya, sehingga terkesan penggunaannya dipaksakan.


Sigim adiansyah selaku Ketua KUMALA Komisariat Untirta. sangat menyayangkan melihat kondisi wisuda kali ini, selain pelaksanaan Wisuda yang terkesan dipaksakan dari segi sarana prasarana pun dianggap belum memenuhi standar keamanan dan keselamatan.

“Melihat kondisi yang saat ini terjadi di untirta, bagaimana pada wisuda gelombang III kali ini diselenggarakan dikampus baru yang terletak di Sindangsari, menurut saya hal tersebut terlalu memaksakan bagaimana tidak pembangunan auditorium yang dijadikan lokasi utama untuk wisuda kali ini belum rampung dan masih tahap  penyelesaian dalam segi pembangunannya. Belum lagi perihal sarana prasarana pendukung yang belum memenuhi standar keamanan dan keselamatan. 

Yang seharusnya acara ini di tunggu tunggu oleh para mahasiswa dan orangtuanya, biasanya acara tersebut di lakukan secara khidmat. Tapi untuk wisuda gelpmbang III kali ini sangat berbeda seperti percobaan dan hasilnya bener bener tidak sesuai apa yang mahasiswa dan orangtua pikirkan.

Mulai dari ruangan tunggu para tamu undangan dan sanak saudara yang tidak ada dan tempat parkir yang tidak memadai membuat  acara di lihat tidak enak di pandang.  

Kami berharap kepada pihak Rektorat dalam hal ini selaku pemegang  kebijakan lebih mempertimbangkan masalah teknis yang terjadi dilapangan. Agar tidak terulang seperti wisuda kali ini.Ujiarnya

Lihat Juga