SERIKAT PRIMORDIAL UNTIRTA (S.P.U ) MENGADAKAN AKSI REFLEKSI HARI PAHLAWAN NASIONAL



SERIKAT PRIMORDIAL UNTIRTA S.P.U 
PENGANTAR

Hari Pahlawan Nasional Jatuh pada tanggal 10 November 1945 merupakan peringatan tahunan untuk memperingati pertemuan surabaya, dimana pasukan pro kemerdekaan bersama para milisinya bertempur melawan pasukan penjajah sebagai bagian dari revolusi nasional indonesia. Pertempuran yang dianggap sebagai aksi heroik membantu menggembleng rakyat indonesia dan sokongan dari pihak internasional untuk indonesia. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 27 Oktober hingga 20 November tahun 1945 dengan jumlah tentara 20.000 dari infanteri dan 100.000 pasukan milisi di sisi indonesia.

Kepedulian Masyarakat indonesia terhadap jasa pahlawan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawanya” dalam pidato bung karno dalam pidato kenegaraan menghormati hari pahlawan, 10 November 1961.
Kita sebagai Generasi Penerus Bangsa terkadang lupa dengan perjuangan bangsa, seakan kita bukanlah sosok penerus, yang terus membiarkan dan acuh tak acuh terhadap perkembangan bangsa saat ini, berbicara Pahlawan saat ini memang bukanlah seorang yang memegang bambu runcing dan bertempur di medan perang melainkan dengan cara mempringati hari pahlawan nasional adalah bentuk dari pada peduli terhadap pahlawan-pahlawan nasional indonesia, selain dari pada itu khusus kepedulian terhadap pahlawan kita sebagai mahasiswa universitas sultan ageng tirtayasa dan masyarakat Banten kepedulian yang dilakukan bisa berupa peduli dengan pahlawan pahlawan nasional tanpa tanda jasa saat ini seperti guru dan lainya, bagaimana guru saat ini memang salah satu pahlawan indonesia dalam mendidik generasi muda agar memang menjadi manusia yang berguna bagi bangsa ini. terkhusus lagi bagaimana guru yang memang belum jelas statusnya seperti guru honorer perlu memang kita pahami bersama bahwa guru honorer adalah salah satu pahlawan di negeri ini yang memang perlu kita perjuangkan hak-haknya karena kurang kepedulianya pemerintah saat ini. 

Peran pahlawan nasional jangan sampai dihilangkan dengan semangat militan, perjuangan dan cinta tanah air inilah yang akan membuat jasa para pahlawan sebagai salah satu bentuk rujukan semangat perjuangan dan militansi bagi pemuda dan umumnya bagi masysrakat indonesia, namun kenyatannya dijaman yang modern saat ini semangat pahlawan seakan tidak lagi mendarah daging bagi masyarakat indonesia seakan tergerus jaman yang menyebabkan masyarakat lupa bagaimana pejuang-pejuang kemerdekaan para pahlawan nasional dengan gigih merebut kemerdekaan indonesia.
Dengan semangat pahlawan terdahulu, bertepatan pada tanggal 07 November 2018 kami S. P.U (Serikat Primordial Untirta) yang terdiri dari lintas oragnisasi primordial untirta yaitu : 

KUMAUNG KK UNTIRTA, KUMALA Komisariat UNTIRTA, HAMAS Komisariat UNTIRTA, KBMB UNTIRTA, HIMATA Komisariat UNTIRTA  dan lainya Mengadakan Agenda “REFLEKSI HARI PAHLAWAN NASIONAL” Dengan Grand Isu :

“PEMUDA HARI INI SIAPA PAHLAWANMU”

Dengan terdiri dari 3 Sub isu daintaranya :
1.Membangun Masyarakat Terhadap Jasa Pahlawan.
2 .Peran Pemerintah Terhadap Nasib Guru Honorer yang Terlantarkan (Guru Pahlawan Tanda Jasa).
3. Ingatkah UNTIRTA Pada Makam Tirtayasa.

Kami juga mengadakan Penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian masyarakat banten dan mahasiswa Untirta khususnya, untuk makam Sultan Ageng Tirtayasa yang memang saat ini masih kurang diperhatikan secara penuh. Oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. Dan agenda penggalangan dana tersebut diharapkan bisa membantu dalam perawatan makam tersebut 

PRIMORDIAL BANGKIT!!
Narahubung 
Korlap :  08814644920  (Gandara Pujarama)

Lihat Juga