PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENGKADERAN KELUARGA MAHASISWA LEBAK.





PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENGKADERAN
KELUARGA MAHASISWA LEBAK.
LOGO KUMALA

A. PENDAHULUAN

Setiap institusi perkaderan dalam melaksanakan proses perkaderannya secara sistematis
senantiasa berorentasi kepada kualitas output yang ideal, dalam rangka itu, maka
berbagai konsep disiapkan guna menunjang pencapaian hasil yang diharapkan. Sistem
yang dirumuskan secara konseptual tidak akan mencapai sasaran tanpa system
penyelenggaraa yang terencana, terarah, terorganisasi, berdaya guna (efisien) dan berhasil
guna (efektif) untuk itu, diperlukan sebuah rumusan pedoman penyelenggaran perkaderan
KUMALA secara keseluruhan.
Rumusan pedoman penyelenggaraan perkaderan ini merupakan seperangkat konsef aplikatif
yang disiapkan sebagai guidance oprasional perkaderan, konsep-konsep ini kemudian
diturunkan secara teknis dalam masing-masing komponen dan jenjang yang oprasionalnya
dilapangan disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
Pedoman penyelenggaraan perkaderan KUMALA merupakan rumusan menyangkut:

1. Tujuan Penyelenggaraan
2. Pengorganisasian: Organisasi danTugas
3. Langkah Penyelenggaraan
4. Evaluasi
5. Saran, Prasarana dan Dana

B. TUJUAN PENYELENGGARAAN

Dalam rangka mencapai tujuan pada umumnya, maka perlu dipahami tujuan penyelenggaraan
penkaderan yang dilaksanakan dilingkungan Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA),
dengan memahami tujuan penyelenggaraan penkaderan, diharapkan setiap pimpinan
penyelenggaran pengkaderan dapat memahami, memperoleh pegangan, memiliki kemampuan
dan keterampilan memadai dalam berbagai lingkup dan tahapnya.
Perlu dipahami bahwa tujuan diselenggarakannya pengkaderan dilingkungan KUMALA.
Adalah sebagai berikut:

1. Terlaksanaya penkaderan secara terorganisasi, terencana, terprogram,
berkeseimbangan, efektif, danefesien.
2. Perkaderan yang dilaksanakan dapat dinilai tingkat keberhasilannya.
3. Perkaderan dapat didukung fasilitas sarana dan prasarana yang memadai
4. Komponen dan jenjang perkaderan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan
khusus masing-masing.

C. PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian perkaderan Keluarga Mahasiswa Lebak KUMALA, tersusun sebagai
berikut:

1. Penanggungjawab

Yaitu struktur Koordinator dan Perwakilan KUMALA yang bertanggung jawab langsung
secara keseluruhan terhadap penyelenggaran perkaderan, penaggungjawab program
diserahkan kepada Ketua Umum Koordinator dan Ketua Perwakilan sesuai dengan jenis,
komponen dan jenjangnya.
Untuk mencapai kualifikasi kekaderan seperti demikian, KUMALA dituntut untuk
menyelenggarakan program pengkaderan dengan strategi perencannaan yang serius dan
kerangka kerja yang jelas. Dengan demikian, kurikulum dan metode menjadi acuan
utama guna pencapaian hasil yang optimal.
Dengan demikaian, menjadi kewajiban pengurus Kordinator KUMALA Departemen
Organisasi dan kaderisasi (ORKAD), untuk menyusun konsep pengkaderan yang ideal,
relavan dan actual. Sehingga dari proses kaderisasi yang dikembangkan KUMALA dapat
lahir kader-kader yang memahami benar misi dan cita-cita KUMALA.

D. ARAH DAN TUJUAN PENGKADERAN

Sebagai salah satu bagian dari gerakan kader dalam perjuangaan pembangunan orientasi
kekaderan KUMALA diarahkan pada terbentuknya kader yang siap berkembang sesuai
dengan spesifikasi profesi yang ditekuninya, kritis, logis, trampil, dinamis, utuh, kualitas
kader yang demikian ditransformasikan dalam tiga lahan yakni : Ke-KUMALAAN,
Kedaerahan, dan Kebangsaan.
Secara substansial, arah pengkaderan KUMALA adalah penciptaan sumber daya manusia
yang memiliki kepasitas akadermik yang memadai sesuai dengan perkembangan dan
kebutuhan zaman, yang berakhlak karimah dengan proyeksi sikap inidividual yang mandiri.
Bertanggungjawab dan memiliki komitmen perjuangan dalam membangun bangsa sesuai
dengan perundangan yang berlaku.
Sebagai sebuah proses organisasi, pengkaderan KUMALA diarahkan pada upaya tranformasi
ideologis dalam bentuk pelatihan, pembinaan, dan pengembangan kader baik kerangka
idiologis maupun teknis manejerial.
Dalam tahap yang lebih praktis, akumulasi proses pengkaderan diarahkan dalam rangka
tranformasi dan regenasi kepemimpinan KUMALA disetiap kepemimipinan.

E. SASARAN DAN TARGET PERKADERAN

Sesuai dengan masing-masing komponen dan jenjang, sasaran perkaderan KUMALA adalah
mahasiswa, anggota, calon pimpinan dan pimpinan.Target perkaderan diproyeksikan untuk
terbentuknya sumber daya kader structural dan fungsional yang profesional.
Target utama pengkaderan adalah terinternalisasikannya nilai-nilai perjuangan, visi dan misi
KUMALA dan sekaligus tercitapnya kader yang memiliki kompetensi dan wawasan yang
sesuai dengan level/tingkatan kepemimpinan masing–masing. Sementara target perkaderan
khusus diproyeksikan pada terbentuknya pengelola perkaderan yang profesional sebagai insan
pembangunan. Sedangkan target pengkaderan pendukung adalah meningkatkan kualitas daya
kader menurut minat, bakat, profesi, keterampilan dan keahlian pada bidang tertentu.

F. LANDASAN PERKADERAN

1. Landasan Nilai/Etik

Adalah landasan yang mengatur secara normativ dan mendasar seluruh pelaksanaan
kegiatan perkaderan KUMALA, yaitu pancasila yang secar operasional dijabarkan
dalam khittah perjuangan KUMALA serta tetap mengedepankan nilai-nilai yang
terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunah, bagi yang beragama Islam.

2. LandasanHukum:

 Pancasila
 UUD1945

3. Landasan Formal Organisasi:

 Keputusan MUBESKUMALA
 Program Kerja Koordinator KUMALA Departemen Organisasi dan
Kaderisasi

4. Tim Instruktur

Yaitu tim yang bertugas memandu dan memegang kendali orentasi, materi dan kualitas
secara perkaderan sebagai proses melahirkan eks trinee yang ideal, tim instruktur adalah
kelompok instruktur yang dari segi keinstrukturan dan pengkadera memenuhi persyaratan
sebagai pengelola dengan tugas khusus disamping tugas umum.

5. Ketua

Seseorang yang mendapat tugas memimpin dan secara umum bertanggungjawab atas
pelaksanaan keinstrukturan

6. Sekretaris

Yaitu seseorang yang mendapat tugas membantu Ketua dan mengkoordinir anggotaanggota
yang menjalankan tugas keinstrukturan


7. Anggota Tim Instruktur

Yaitu kelompok orang secara bersama-sama menjalankan tugas keinstrukturan dan
masing-masing bertanggungjawab terhadap aspek-aspek tertentu dari materi perkaderan,
hal mana menurut sepesifiknya tersebut ia mengarahkan kepada tujuan yang diharapkan.

8. Narasumber (pemateri/pembicara)

Narasumber dalam kegiatan perkaderan KUMALA adalah para ahli yang kompeten dalam
bidang-bidang yang disajikan dalam proses perkaderan. Diharapkan narasumber yang
dilibatkan dalam perkaderan KUMALA adalah mereka yang memiliki komitmen
perjuangan dalam membangun daerah, menguasai materi, bisa dijadikan contoh,
berpengalaman dan sesuai dengan kepentingan pengkaderan

9. Panitia Pelaksana

Panitia Pelaksana dalam perkaderan KUMALA adalah tim petugas bersifat tehnik yang
bertugas menjadi penanggungjawab pelaksanaan sesuai kepentingan teknis.

D. PENYELENGGARAAN

Yang dimaksud penyelenggaraan perkaderan adalah menyangkut perencanaan,
pelaksanaan dan tindak lanjut.

Perencanaan berupa serangkaian peroses pra pelaksanaan perkaderan dan merupakan
tahap persiapan, dalam setiap level kepemipinan KUMALA, pengkaderan harus
direncanakan secara menyeluruh baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Pelaksanaan adalah merupakan tahap pokok proses pengkaderan, penerapan kurikulum,
yang tercermin dijadwal acara.

Dalam tahap ini, tim instruktur dan atau Stering Comite bertugas menyusun dan
melaksanakan rangkaian acara berupa:

1. Pembukaan
2. Pelaksanaan kurikulum
3. Pengenalan Awal
4. Pengarahan Umum dan Dialog
5. Penerapan Kurikulum, Pengelolan Kelas, Pengembangan Peserta
6. Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Instruktur
7. Pengembangan Kegiatan, Keaktifan dan Partisifasi Peserta
8. Evaluasi Akhir
9. Penutupan

Tindak lanjut (follow up) adalah serangkain kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindakan
paska pengkaderan dalam menciptakan kondisi yang mengikat peserta dan mendukung
optimalisasi tujuan pengkaderan
Tindak lanjut penyelenggaraan perkaderan dapat berupa :

1. Laporan Penyelenggaraan SecaraMenyeluruh
2. Pelulusan Peserta dan Penyerahan Sertifikat
3. Pemantapan Eks – Trainer : Aktivitas dan Prestasi
4. Pendekatan Eks – Trainer dan Potensinya
5. Penugasan
6. Pengembangan Kegiatan

E. EVALUASI

Guna mengukur tingkat keberhasilan acara, sesuai pelaksanaan pekaderan harus diikuti
dengan evaluasi dalam rangka melakukan introspeksi diri atas acara tersebut.
Kategori evaluasi penyelenggaraan menyangkuit dua hal :

1. Penyajian Materi

Yaitu evaluasi yang menyangkut teknis penyampaian materi, suasana belajar

2. Pengelolaan:

Yaitu evaluasi yang menyangkut aktivitas peran setiap bagian yang terlibat dalam proses
pelaksanaan perkaderan Guna mengukur tingkat akurasi evaluas hendaknya ditetapkan
diktum-diktum pointers instrumen evaluasi.

F. SARANA PRASARANA DAN DANA

Dalam oprsionalisasinya, kegiatan perkaderan tidak bisa dilepaskan dari faktor pendukung
berupa sarana, prasarana dan dana. Kelengkapan tersebut sangat penting dan turut
menentukan kualitas proses dan hasil sebuah perkaderan. Oleh karena itu setiaap kegiatan
pekaderan, hendaknya memperhatikan betul aspek-aspek sarana, prasarana dan dana ini.
Pada prinsipnya, sarana, prasarana dan dana yang digunakan dalam kegiatan perkaderan
harus memperhatikan asas hemat, manfaat dan tidak berlebihan (mubazir).
Sarana penyelengaraan perkaderan anatara lain berupa: administrasi, alat kegitan belajar
mengajar, alat transformasi, konsumsi dan lain-lain.
Prasarananya antara lain berupa gedung, ruangan untuk belajar, tempat ibadah, tempat tidur,
makan, mandi/WC, olah raga, evaluasi, sidang, kantor/sekretariat dan lain-lain.
Dana penyelenggaraan perkaderan diharapkan berasal dari dana mandiri, kerjasama, bantuan
dari donatur KUMALA, pemerintah, serta pihak lain yang halal dan tidak mengikat.

G. PENUTUP

Demikian pedoman penyelenggaraan perkaderan Keluarga Mahasiswa Lebak sebagai
panduan dalam melaksanakan kegiatan perkaderan.Diharapkan dengan pedoman ini
pelaksanan perkaderan bisa dilakukan secara terpadu, terarah, efektif dan efesien.
Demi keberhasilan penyelenggaraan pedoman ini dapat dijadikan sebagai acuan. Namun
demikian, faktor manusia sebagai subjek pelaku sangat menentukan keberhasilan,
kedisiplinan dan keaktifan penyelenggaraan dan pengelolaannya. Antara keduanya harus
terjadi sinkronisasi yang serasi.

Lihat Juga