Waduk Karian : untuk siapa ?


Wakil Ketua Umum Koordinator KUMALA

Waduk Karian merupakan bendungan yang terletak di Kabupaten Lebak Provinsi Banten,
atau tepatnya di Desa Pasir Tanjung Kecamatan Rangkasbitung dan waduk karian menjadi urutan ketiga bendungan terbesar setelah waduk jatigede dan jatiluhur, dengan luas total kebutahan sekitar 2.226,44 Ha dengan nilai kontrak sekitar Rp. 1.070.720.828.000 triliun sungguh nilai kontrak yang sangat fantastis, maka wajar jika bendungan ini menjadi salah satu terbesar setelah waduk jatigede dan jatiluhur, dan masuk pada kategori Proyek Srategis Nasional (PSN).

Pada proyek pelaksanaan ini pemerintah melibatkan beberapa perusahaan BUMN diantaranya Pt. Waskita Karya dan Pt. Wijaya Karya, juga yang bukan BUMN Pt. Daelim Industrial Co.,Ltd dan konsultan supervisi yaitu Korea Rural Community-Korea Engineering dan sumber dananya ialah Economic Development Coorperation Fund (EDCF) Loan INA-19.

Berbicara waduk atau bendungan ada beberapa manfaat yaitu penyediaan air untuk irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan penyediaan listrik. Pembangunan waduk karian tidak hanya bermanfaat bagi kabupaten lebak saja namun ada beberapa kabupaten/kota di provinisi banten seperti Tangerang, Serang dan pemenuhan air di Ibu Kota yaitu Jakarta.

Pada tulisan ini penulis  merasa gelisah dengan beberapa keterangan mengenai waduk karian tentang manfaat, yang tidak dijelaskan secara menyeluruh dan mendasar oleh pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten. Pada persoalan ini berbicara manfaat kebutuhan air di provinsi banten khususnya, membutuhkan biaya triliuan-an mengingat Indonesia merupakan Negara yang memiliki luas perairan terbesar, dan ini harus menjadi perhatian yang serius jangan sampai dikemudian hari krisis air di negeri yang subur. Air merupakan kebutuhan pokok utama manusia untuk bertahan hidup.

Pemerintah Kabupaten Lebak jangan berbangga hati jika kemudian banyak proyek nasional yang singgah di Kabupaten tertinggal ini, seharusnya menjadi kisah pilu dengan adanya waduk yang untuk memenuhi kebutuhan air baku atau untuk konsumsi, berarti dapat dikatakan bahwa masyarakat kabupaten lebak masih kesusahan pada kebutuhan yang paling pokok yaitu air.

Pemerintah kabupaten harus menjelaskan secara detail seperti apa penyaluran air di wilayah kabupaten lebak, sehingga masyarakat lebih mengerti dan  paham akan kebermanfaatan waduk karian. Ini tamparan serius untuk pemerintah kabupaten mengingat banyaknya proyek nasional yang singgah, yang menjadi kegelisahan penulis adalah rusaknya lingkungan, yang dapat merusak  mata air masyarakat yang diserobot habis oleh pembangunan, sehingga masyarakat kesusahan untuk persoalan air dan di Lebak yang akan datang bukan tidak mungkin terjadi krisis air yang sangat hebat.

Seharusnya mengingat kebutuhan air yang sangat fundamental sekali, pemerintah kabupaten lebak harus serius membuat program yang sifatnya melindungi mata air. Seperti istilah “lebih baik mencegah dari pada mengobati”, jangan sampai seperti kabupaten atau kota yang kebutuhan airnya saja harus disuplai dari kabupaten/kota lain.

Jangan sampai, untuk kebutuhan air sehari-hari saja masyarakat harus mengeluarkan beberapa rupiah, dan itu akan menyusahkan masyakarat kurang mampu karena untuk air saja harus beli. Mengenai kesejahteraan tidak melulu mutu pendidikan saja yang ditingkatkan, akan tetapi persoalan air pun berpengaruh terhadap kesejahteraan itu sendiri. Jadi jika kebutuhan air sudah sangat mudah didapat dan tanpa biaya, maka proses kesejahteraan pun bisa beranjak pada proses yang lain.      
Created by : Thery Ratu Buana

Lihat Juga