MELIHAT KE INDAHAN DAN KE UNIKAN GOA LAUK




Gua merupakan bentukan alami yang tidak bisa terlepas atau berdiri sendiri dari lingkungannya. Menurut IUS ( International Union Of Speleology ), cave atau gua yaitu setiap ruang bawah tanah yang berbentuk lorong-lorong yang dapat ditelusuri/ dimasuki manusia. Oleh karena itu caving adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia terhadap gua dan lingkungannya. Ada tiga istilah yang sering digunakan oleh para penelusur gua yaitu speleology ( sering digunakan oleh orang Eropa ), Spelunking ( Oleh orang Amerika ) dan caving ( oleh orang Inggris ). Namun di Indonesia istilah yang pepuler untuk sebutan penelusuran gua yaitu caving sedangkan orang yang berkecimpung didalamnya disebut caver.


Sejarah mengapa gua ini dinamakan gua lauk ?

Menurut tokoh masyarakat setempat: “Gua ini dinamakan gua lauk karena di dalamnya terdapat aliran sungai yang dimana banyak jenis ikan yang terdapat di gua ini dan factor utamanya karena adanya batu yang menyerupai ekor ikan ,kebanyakan orang mengatakan batu mermaid .
Pada dasarnya gua ini sudah di temukan dan dan diketahui oleh masyarakat setempat dari dahulu tetapi baru tahun 2108 gua ini mulai di eksplor dan dilestarikan  dengan support masyarakat dan bantuan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak akhirnya gua ini resmi dijadikan objek wisata goa di lebaktipar.


Gua Lauk merupakan salah satu gua terpanjang dan terdalam yang berada di Kabupaten Lebak dan terletak di Desa Lebaktipar, gua lauk ini adalah gua sungai bawah tanah dengan bentuk lorong horizontal dan memiliki kedalaman 1823 M, didalam gua ini terdapat banyak bebatuan nan indah dan eksotis salah satunya adalah bebatuan ( Stalaktit ) yaitu jenis bebatuan yang menggantung di rongga-rongga gua dan bebatuan ( Stalagmit ) yaitu jenis bebatuan yang tumbuh vertikal ( tumbuh ke atas ).


Lihat Juga