sejarah pondok pesantren modern DAAR EL - KUTUB BAYAH




Berbicara mengenai masalah di Indonesia, maka masalah yang sangat kompleks adalah masalah pendidikan. Kompleksitas pendidikan itu muncul tidak saja karena perubahan-perubahan ekstern yang berasal dari tuntutan perubahan-perubahan intern dalam skala nasional, bahkan lokal. Kompleksitas pendidikan di atas harus segera mendapat jawaban dari yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia dalam rangka mengejawantahkan dirinya sebagai Kholifah di muka bumi ini.

Untuk itu, pesantren sebagai wahana untuk menggembleng mental manusia, yang tentunya pesantren tersebut harus disesuaikan dengan tuntutan jaman tanpa meninggalkan kepesantrenan. Pesantren seperti itu diberi nama pondok pesantren modern “Daar El-Kutub” yang didirikan pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 1990 oleh Ust. Drs. Kaelani Susby dan juga sekaligus sebagai pimpinan pondok




Pondok pesantren modern ini merupakan lembaga pendidikan yang segala aktifitas kehidupannya tidak lepas dari : Keikhlasan, Kesedarhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah dan Bebas yang bertanggungjawab. Sedangkan arah tujuan pondok pesantren modern Daar El-Kutub adalah Kemasyarakatan, Hidup Sederhana, Tidak Berpartai dan Ibadah Tholabul ‘ilmi.

Suasana-suasana di atas sengaja direkayasa oleh lembaga pendidikan ini dalam rangka untuk membentuk mental yang tidak mengidap penyakit “kekeringan” di era globalisasi ini.Sebab bila mental yang mengidap penyakit tersebut tidak segera diatasi, maka umat Islam kedepan dapat terbawa arus yang negative. Akhirnya marilah kita perhatikan firman Allah dalam surah yaasin ayat 21 : “Ikutilah orang yang tidak meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.





Dengan visi dan misi sebagai berikut




- Terbentuknya generasi Qur’ani yang Imaman lilmuttaqin, berakhlakul karimah, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikiran bebas, dan berdaya saing global melalui wadah pesantren.
- Terbentuknya generasi Qur’ani yang Imaman lilmuttaqin, berakhlakul karimah, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikiran bebas, dan berdaya saing global melalui wadah pesantren.
- Menyelenggarakan dan mengembangkan system pendidikan pesantren modern dan memadukannya dengan system pendidikan nasional melaui wadah pesantren Modern yang berbasis kepada keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiyah dan kebebasan yang bertanggung jawab.
- Melaksanakan pendidikan dengan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
- Mengembangkan potensi santri dengan cirri khas keunggulan akhlak serta penguasaan IPTEK dengan Al-Qur’an dan Hadits sebagai basis pendidikan
- Mengembangkan budaya pesantren yang Islami, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri dan bertanggungjawab.
- Mengadakan bimbingan dan pembinaan minat, bakat, dan kreatifitas santri dalam rangka menghasilkan SDM yang memiliki daya saing global
- Menjunjung tinggi panca jiwa pesantren Melakukan kerjasama dengan pesantren-pesantren Khalaf dan Salaf untuk mendukung pencapaian pendidikan yang berkualitas



















Kegiatan-kegiatan yang ada di pondok pesantren modern dan di luar jam pelajaran adalah sebagai berikut :




A.Muhadloroh
Kegiatan muhadloroh atau latihan berpidato ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap santri, mulai dari kelas satu sampai kelas enam. Para pembicaranya adalah dari semua santri dengan cara bergiliran menurut jadwal yang telah ditetapkan atau ditentukan oleh masing-masing ketua firqoh. Dalam kegiatan muhadloroh ini santri diajari atau dilatih untuk

B.Kuliyah Subuh
Kuliah subuh atau merupakan santapan rohani, yang semua pembicaranya berasal dari santri kelas atas (kelas 5 dan 6 TMI) dengan cara bergiliran menurut jadal yang telah ditentukan pula. Pada dasarnya tujuan dari kuliah subuh adalah selain merupakan santapan rohani juga merupakan latihan bagi santri agar mempunyai keberanian untuk

C.Kepramukaan
Gerakan pramuka/kepanduan di pondok ini diadakan setiap minggunya, dan kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap santri. Sebagai pramuka meraka (santri) diharapkan dapat menunjukan sebaai santri yang beridentitas muslim, baik dalam bertingkah laku maupun dalam pergaulannya dengan anggota-anggota pramuka lain

Lihat Juga